ISLAM AGAMA SYUMUL

FIRMAN ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA; "Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaithan, kerana sesungguhnya syaithan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian." [TMQ AL-BAQARAH(2):208]

MASA ITU EMAS


Showing posts with label Press Release. Show all posts
Showing posts with label Press Release. Show all posts

PRESS RELEASE HT SUDAN


PRESS RELEASE HT SUDAN : OCAMPO TELAH MEMURNIKAN KETAATANNYA KEPADA TUANNYA YAITU ORANG-ORANG EROPA


No : ن/ر/ح/ت/س/11/2009
Tanggal: 08 Rabiul Awal 1430 H
04 Maret 2009 M

Press Release

Ocampo Telah Memurnikan Ketaatannya kepada Tuannya Yaitu Orang-orang Eropa
Maka Wahai Penguasa Sudan Murnikan Ketaatan Anda kepada Rabb Semesta Alam

Seperti yang sudah diperkirakan, akhirnya Ocampo meminta dikeluarkannya keputusan Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC) untuk menangkap Presiden Omar al-Basyir. Ocampo telah memurnikan ketaatannya dan mendedikasikan dirinya untuk melayani kepentingan orang yang telah mengangkatnya, yaitu orang-orang Eropa, sehingga ia mengeluarkan keputusan hina tersebut. Sudah diketahui bersama dengan sangat jelas bahwa Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC) adalah mahkamah Eropa. Eropa memanfaatkan ICC untuk melawan siapa saja yang menghadang langkah yang telah dirumuskan untuk menancapkan hegemoni dan pengaruh Eropa di dunia, khususnya di Dunia Ketiga. ICC telah dimanfaatkan untuk melawan Sudan, agar pemerintah Sudan lebih banyak menarik diri (mundur) demi kepentingan Eropa di wilayah Darfur, setelah Amerika mendominasi sendirian wilayah Sudan Selatan. Hal itu setelah perjanjian Nivasha yang beracun di mana pemerintah melakukan penyerahan yang hina demi kepentingan Amerika. Buah langsung dari hal itu adalah pertarungan Darfur yang terus berlanjut hingga keluarnya keputusan akhir tersebut.

Sesungguhnya Eropa tidak ingin benar-benar mengadili al-Basyir atau yang lain. Eropa sebenarnya hanya ingin –seperti yang telah kami sebutkan– mendapatkan penyerahan tambahan dari pemerintah terhadap berbagai penyerahan yang sudah dilakukan. Bagi Eropa tidak penting terjadinya kejahatan genocida di Darfur atau di selain Darfur. Bahkan bagi Eropa tidak penting seandainya seluruh penduduk Sudan dimusnahkan. Semua yang diinginkan Eropa adalah (agar Eropa) tidak keluar dari Darfur karena sebelumnya Eropa telah dipaksa keluar dari Sudan Selatan. Karena itu kemungkinan pada hari-hari ke depan akan dikeluarkan keputusan Dewan Keamanan PBB untuk menunda implementasi keputusan itu selama jangka waktu satu tahun, sesuai pasal 16 Konstitusi Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC). Sehingga keputusan itu akan menjadi pedang yang terhunus terhadap pemerintah Sudan, agar bersegera sebelum satu tahun memberikan apa yang diminta. Maka (kalau itu terjadi) kita akan kehilangan Darfur setelah kita telah kehilangan Sudan Selatan dengan skenario yang mirip.

Sudah menjadi pengetahuan bersama termasuk perkara maklumun min ad-din bi adh-dharurah, ketidakbolehan menyerahkan keputusan hukum kepada pengadilan kafir Barat. Karena pengadilan Barat itu adalah thaghut yang seorang muslim wajib tidak berhukum kepadanya. Allah SWT berfirman:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ ءَامَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلاَلاً بَعِيدًا

"Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya." (QS. an-Nisâ’ [4]: 60)

Maka, negara bukan hanya wajib menolak berhukum kepada Mahkamah Kejahatan Internasional saja, melainkan juga wajib menolak berhukum kepada semua organisasi internasional kufur, seperti PBB dan Dewan Keamanan-nya. Semuanya adalah lembaga yang tidak tegak berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya saw. Karenanya secara syar’i haram berpartisipasi di dalamnya, haram menyerahkan keputusan hukum kepadanya dan haram ridha dengan keputusan-keputusannya.

Sesungguhnya solusi masalah Darfur bahkan solusi seluruh masalah Sudan adalah dengan mengumumkan Khilafah Rasyidah yang akan mengembalikan semua perkara kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya saw. Hal itu sebagai pemenuhan dan keterikatan terhadap firman Allah SWT:

فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً

"Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (QS. an-Nisâ’ [4]: 59)

Dengan cara ini, setiap bentuk kezaliman akan hilang, semua hak diberikan kepada yang berhak, dan keadilan berjalan di tengah masyarakat. Begitu pula Rabb Anda akan ridha kepada Anda; dan sebaliknya kehinaan dan kerendahan akan lenyap, serta tangan-tangan musuh-musuh Anda akan terpotong dari negeri Anda.

Ibrahim Utsman (Abu Khalil)
Juru Bicara Resmi

Hizbut Tahrir Wilayah Sudan

Sumber : www.hizbut-tahrir.or.id (12 Maret 2009)

Press Release HT Pakistan


Press Release HT Pakistan: Seluruh Rezim di Pakistan Tidak Memiliki Kelayakan dan Tidak Akan Bisa Diangkat dengan Tingginya Keahlian Politik Sebagian Politisi

No: PR09009
Tanggal: 3 Rabiul Awal 1430 H
27 Februari 2009 M

Press Release

Seluruh Rezim di Pakistan Tidak Memiliki Kelayakan dan Tidak Akan Bisa Diangkat dengan Tingginya Keahlian Politik Sebagian Politisi.
Drama Prahara Politik Yang Meletus Tidak Lain Hanya Kedok Bagi Perang Amerika di Pakistan

Sesungguhnya Pengadilan Tinggi yang mengeluarkan keputusan melarang Nawaz Sharif bersaudara untuk menempati jabatan pemerintahan apapun, tidak akan merubah kondisi masyarakat yang buruk. Kaum Muslim telah menderita akibat kedzaliman kapitalisme. Masyarakat akan tetap dan terus didera penderitaan itu selama sistem yang diterapkan adalah sistem kapitalisme. Nawaz Sharif bersaudara dahulu memerintah dengan kapitalisme ketika mereka duduk ditampuk pemerintahan pertama kali. Mereka kembali melakukan perbuatan yang sama karena Amerika meminta mereka melakukan hal itu. Juga karena partainya ada di bawah kendali Amerika, yang bergerak sesuai keinginan Amerika. Dahulu para pengikut Nawaz bersaudara tidak keluar ke jalan untuk melindungi mereka dari pengasingan. Sementara saat ini masyarakat melihat bagaimana Nawaz Sharif menghasut anggota-anggota partainya untuk berdiri bersamanya menentang pengadilan demi kepentingan pribadinya. Pada saat yang sama Nawaz bersaudara dan partainya tidak bergerak sama sekali untuk menghentikan pembunuhan yang menimpa kaum Muslim di lembah Swat dan FATA, atau pembunuhan kaum Muslim Gaza. Bahkan tidak tampak adanya perhatian sedikit pun dari Nawaz terhadap masalah itu.

Sikap yang benar dilakukan oleh Liga Muslim (Muslim League) yang menggerakkan masyarakat turun ke jalan menentang perang Amerika terhadap Pakistan. Akan tetapi para pemimpin partai justru sibuk dalam pertemuan-pertemuan dengan Boucher, Mullen dan pejabat Amerika lainnya untuk menghalangi aksi-aksi yang konstruktif itu.

Masyarakat sekarang sungguh telah menyadari, baik Nawaz Sharif ataupun Zardari yang duduk di pemerintahan, maka keduanya sama saja, siap mengabdi demi kepentingan Amerika melalui sistem yang rusak saat ini. Tabir itu telah tersingkap dihadapan masyarakat. Masyarakat sudah tidak percaya lagi dengan para penguasa dan sistem. Semua orang telah mencari alternatif. Tidak diragukan bahwa alternatif itu adalah Hizbut Tahrir, Partai Politik Islam Global yang memiliki kepemimpinan politik yang ikhlas dan memahami Islam serta tata cara penerapannya. Hizbut Tahrir telah memaparkan pandangan yang jelas tentang sistem Islam melalui sejumlah buku dan selebaran. Yang ada tinggal masalah waktu bagi tersingkapnya pengkhianatan politik saat ini. Sehingga masyarakat akan bergerak dengan segenap kemampuan mereka untuk mengusir pengaruh Amerika dari kawasan dengan menegakkan Daulah Khilafah di Pakistan. Pada saat itu tidak ada pilihan bagi Amerika kecuali lari dari kawasan.

Naveed But
Juru Bicara Resmi Hizbut Tahrir di Pakistan

Konferensi Syarm asy-Syaikh Menutupi Kejahatan-kejahatan Institusi Yahudi dan Membebankan Tanggungjawab kepada Penduduk Palestina


Konferensi Syarm asy-Syaikh Menutupi Kejahatan-kejahatan Institusi Yahudi dan Membebankan Tanggungjawab kepada Penduduk Palestina

No: ص\ب ن 8\009
Tanggal: 6 Rabiul Awal 1430 H
3 Maret 2009 M

Press Release

Konferensi Syarm asy-Syaikh Menutupi Kejahatan-kejahatan Institusi Yahudi
dan Membebankan Tanggungjawab kepada Penduduk Palestina

Sebanyak delapan puluh delegasi negara-negara Arab, kaum Muslim, dan negara-negara asing berkumpul dalam “Pertemuan Syarm asy-Syaikh untuk Pembangunan Kembali Gaza.” Demi terealisasinya pembangunan (Gaza), mereka mensyaratkan penciptaan ketenangan antara institusi Yahudi dan Palestina, perwujudan perdamaian, dan pembentukan pemerintahan nasional. Husni Mubarak mengatakan: “Sesungguhnya kesuksesan aktivitas pembangunan kembali disandarkan kepada sejumlah faktor, di antaranya kecepatan realisasi peredaan ketegangan antara Israel dan orang-orang Palestina di Gaza untuk menjamin pembukaan kembali jalan-jalan lintas perbatasan, realisasi perdamaian antara penguasa nasional dan faksi-faksi, dan pembentukan pemerintahan rekonsiliasi nasional untuk mengarahkan aktivitas pembangunan”.

Salam Fayadh, mengatakan: “Akan tetapi pembangunan kembali senantiasa terikat dengan pengesahan kesepakatan yang langgeng untuk menciptakan ketenangan”.

Terkait hal ini, kami mengatakan:

  1. Sesungguhnya syarat-syarat yang ditetapkan itu adalah persis sama dengan syarat-syarat yang dituntut oleh Amerika, Israel, dan Mesir sebelum dan selama terjadinya perang. Maksud dari ketenangan, perdamaian, dan pemerintahan rekonsiliasi nasional, adalah dicapainya iklim di mana institusi Yahudi dapat hidup dengan aman, tenteram, damai, serta mendapat pengakuan dari penduduk Palestina dan negara-negara kawasan.
  2. Sesungguhnya negara-negara yang berkumpul itu bekerja untuk merealisasikan apa yang tidak bisa direalisasi oleh institusi Yahudi melalui serangan brutalnya ke Gaza. Bahkan negara-negara itu membebaskan institusi Yahudi dari kesalahan dan menutupi kejahatan-kejahatannya ketika mereka menetapkan syarat-syarat yang hina dan tidak adil terhadap korban kejahatan.
  3. Sesungguhnya negara-negara yang berpura-pura menangis atas pembangunan kembali Gaza, adalah juga negara-negara yang bersikap loyo dan berkolusi dengan institusi Yahudi dalam serangannya ke Gaza. Bahkan susungguhnya Eropa dan Amerika adalah pihak yang membentuk institusi Yahudi dan mendukungnya dengan harta, persenjataan, dan ketetapan-ketetapan internasional. Sekarang mereka mengeksploitasi darah-darah suci, remukan-remukan tubuh dan kehancuran sebagai jalan untuk melindungi institusi Yahudi.
  4. Sesungguhnya umat Islam tidak akan pernah mengampuni para penguasanya yang bersikap loyo atau yang berkolusi dengan institusi Yahudi, Amerika, dan Eropa dalam menentang Palestina. Para penguasa itu sebenarnya mampu mengucurkan harta secara langsung ke penduduk Gaza tanpa menambah kehinaan dan syarat-syarat yang tidak adil tersebut.
  5. Sesungguhnya harta tidak akan bisa menyelamatkan penduduk Palestina di masa lalu dan sekarang. Penduduk Palestina membutuhkan pasukan yang akan membebaskan mereka dari cengkeraman agresor dan dari kejahatan-kejahatan yang brutal.
  6. Sedangkan institusi Yahudi, kita tidak mungkin bisa mengampuni pencaplokan mereka atas tanah yang diberkahi dan pembantain brutal terus menerus terhadap kaum Muslim, termasuk yang paling akhir di Gaza. Balasan tidak akan bisa mengobati hati, kecuali jika institusi itu dilenyapkan dari eksitensinya dan dunia dibebaskan dari keburukan-keburukannya. Kami di Hizbut Tahrir berjuang untuk mendirikan Khilafah yang akan merealisasikan hal itu dengan izin Allah.

وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya. (QS. Yûsuf [12]: 21)

Media Office Hizbut Tahrir di Palestina

 

MENGENAL HIZBUT TAHRIR