ISLAM AGAMA SYUMUL

FIRMAN ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA; "Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaithan, kerana sesungguhnya syaithan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian." [TMQ AL-BAQARAH(2):208]

MASA ITU EMAS

DAULAH KHILAFAH AKAN SEGERA TERTEGAK KEMBALI

DAULAH KHILAFAH
AKAN SEGERA TERTEGAK KEMBALI
JANJI ALLAH:
KHILAFAH AKAN SEGERA TEGAK KEMBALI
"Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Kemudian Ia akan mengangkatnya jika Ia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim, ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan, ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian", kemudian beliau diam." (HR. Ahmad dan al-Bazar)
SANAD HADIS
Imam Ahmad menerimanya dari Sulaiman bin Dawud ath-Thuyalisi dari Dawud bin Ibrahim al-Wasithi dari Habib bin Salim dari an-Nu'man bin Basyir, ia berkata : "kami sedang duduk di masjid bersama Rasulullah saw. Basyir adalah orang yang hati-hati bicaranya. Lalu datang Abu Tsa'labah al-Khusyani, ia berkata : "wahai Basyir bin Sa'ad apakah engkau hafal hadits rasulullah saw tentang para pemimpin? Hudzaifah berkata : "aku hafal khutbah beliau". Lalu Abu Tsa'labah duduk dan Hudzaifah berkata : "Rasululah saw bersabda : (matan hadis di atas).Al-Bazar menerimanya dari al-Walid bin Amru bin Sikin dari Ya'qub bin Ishhaq al-Hadhrami dari Ibrahim bin Dawud dari Habib bin Salim dari an-Nu'man bin Basyir, ia bercerita bahwa ia sedang di masjid bersama bapaknya, Basyir bin Sa'ad, lalu datang Abu Tsa'labah al-Khusyani, ia berkata kepada Basyir bin Sa'ad : "wahai Basyir apakah engkau hafal khutbah rasulullah saw tentang para khalifah?" Basyir berkata : "tidak". Lalu Hudzaifah ibn al-Yaman berkata dan ia sedang duduk : "aku hafal". Abu Tsa'labah lalu duduk kepada mereka. Hudzaifah berkata, nabi saw bersabda: (matan hadis).
Al-Haytsami berkomentar : "Imam Ahmad meriwayatkannya dalam terjemahan an-Nu'man, dan juga al-Bazar secara persis, dan Thabrani secara sebagiannya di dalam al-Awsath dan para perawinya tsiqah. Ibn Rajab al-Hanbali juga menukil riwayat Ahmad ini.
MAKNA DAN FAEDAH
Hadis ini memberitahukan lima masa perjalanan kaum muslim sejak masa kenabian.Masa pertama adalah masa kenabian.Masa kedua adalah masa khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Para Ulama sepakat bahawa masa khilafah rasyidah adalah masa khilafah yang berjalan diatas manhaj kenabian. Menurut sebahagian ulama, masa ini adalah masa Khulafa ar-Rasyidin sampai masa khilafah al-Hasan bin `Ali. Khilafah Umar bin Abdul `Aziz oleh sebagian ulama juga dikategorikan khilafah rasyidah, sehingga beliau juga dijuluki khulafa' ar-rasyidin.
Masa ketiga adalah masa pemerintahan dan kekuasaan yang zalim. Lafaz mulk, boleh bererti kerajaan, boleh juga al-hukm wa as-sulthân (pemerintahan dan kekuasaan). Lafal mulk dalam hadits ini kurang tepat jika dimaksud kerajaan sebagai sebuah bentuk pemerintahan. Kerana setelah khulafa ar-rasyidin, bentuk pemerintahan kaum muslim tidak berubah menjadi kerajaan, tetapi tetap khilafah. Ketua negara tetap seorang khalifah, dan tidak pernah berubah menjadi raja. Ini adalah fakta yang telah disepakati para ulama. As-Suyuthi dalam Tarîkh al-Khulafa' berkata "aku hanya menyebutkan khalifah yang telah disepakati keabsahan imamahnya dan keabsahan akad baiatnya." Sementara beliau menyebutkan para khalifah Bani Umayah, dan Bani Abbasiyah sampai khalifah al-Mutawakil`alallah III.
Dan secara faktual, khilafah terus berlanjut sampai diruntuhkan oleh penjajah barat tahun 1924 M. Namun juga disepakati, selama rentang waktu tersebut terjadi penyimpangan dan keburukan penerapan Islam di sana sini. Jadi masa tersebut adalah masa pemerintahan dan kekuasaan yang di dalamnya terjadi kazaliman yaitu peyimpangan dan keburukan penerapan sistem dalam beberapa hal.Masa selanjutnya dalah masa pemerintahan dan kekuasaan jabbariyah (diktator). Dalam riwayat Abu Tsa'labah al-Khusyani dari Mu'adz bin Jabal dan Abu `Ubaidah digambarkan sebagai masa pemerintahan dan kekuasaan yang derhaka, diktator, melampaui batas, kerosakan terjadi ditengah umat, mereka menghalalkan sutera, khamr, dalam riwayat lain termasuk kemaluan, mereka mengunggulkan semua itu dan terus mencari rezeki darinya sampai bertemu dengan Allah. Gambaran demikian adalah gambaran pemerintahan dan kekuasaan yang bukan Islam. Masa pasca runtuhnya khilafah saat ini tampaknya sesuai dengan gambaran tersebut.Masa terakhir adalah masa kembalinya khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.
Ini merupakan basyarah (berita gembira) akan tegaknya kembali khilafah setelah keruntuhannya. Makna yang sama juga diriwayatkan dalam banyak riwayat. Jika riwayat ini digabung dengan riwayat lain yang semakna, iaitu riwayat akan masuknya Islam di setiap rumah, hadis al-waraq al-mu'allaq, hadis khilafah turun di bumi al-Quds, hadis pusat Dar al-Islam kaum mukmin berpusat di Syam, hadis `adl wa al-jur, hadis hijrah setelah hijrah, dan hadis al-ghuraba', hadis al-mahdi, dan hadis akan ditaklukkannya Roma, maka makna tersebut bahkan boleh sampai tingkat mutawatir.[vii] Nashiruddin al-Albani mengomentari hadis penaklukan Roma : `tidak diragukan lagi bahawa realisasi penaklukan kedua (Roma) menyerukan akan kembali tegaknya khilafah rasyidah di tengah-tengah umat muslimah.
Dengan demikian, khilafah Islam yang mengikuti manhaj kenabian ini akan segera tegak kembali. Hal ini adalah pasti sebagai janji dari Allah Swt.Basyârah ini selayaknya memacu semangat kita untuk berjuang demi tegaknya Khilafah, kerana kita ingin mendapat kemuliaan yakni turut menjadi aktor bagi terlaksananya janji Allah tersebut.
Allâhummarzuqna dawlah khilafah rasyidah.

0 comments:

Post a Comment



 

MENGENAL HIZBUT TAHRIR