ISLAM AGAMA SYUMUL

FIRMAN ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA; "Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaithan, kerana sesungguhnya syaithan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian." [TMQ AL-BAQARAH(2):208]

MASA ITU EMAS

.::IBADAH DALAM SYARI'AT ISLAM::.

.::IBADAH DALAM SYARI'AT ISLAM::.



Ibadah adalah fe­nomena yang ada sepanjang sejarah manusia. Sebab, iamerupakan keperluan manusia seperti makan, minum, buang hajat,berkomunikasi, kahwin, dan sebagainya. Ibadah adalah mani­festasinaluri beragama (gharizah tadayyun) yang dimiliki oleh se­tiap orang.Oleh kerana itu, dari masa ke semasa di berbagai pelu­suk bumi ini adaorang yang me­lakukan aktiviti ibadah seperti penyembahan para dewa dikalangan orang-orang Yunani, Romawi, India, China dan bangsa-bangsalainnya. Ada yang menyembah matahari, menyembah bulan, menyembahbintang, menyembah api, me­nyembah lembu, menyembah batu, menyembahkayu, dan sembahan-sem­bahan lainnya.


Dalam konteks hukum syari'at Islam, ibadah yang se­cara bahasa ertinyataat, adalah aktiviti hubungan manusia se­bagai hamba dengan Allah SWTSang Pencipta sebagai Zat yang disembah(ma'buud). Allah SWT sebagaipenentu syari'at Islam (musyarri') telah menurun­kan hukum-hukum yangsangat terperinci tentang ibadah dan ini dapat dirujuk pada berbagai kitabfiqh yang membahas masalah-masalah ibadah seperti solat, zakat, shaum(puasa), haji, dan lain-lain. Inilah yang disebut iba­dah secara khusus.


Sedangkan secara umum, ibadah adalah taat kepa­da segala perintahAllah dan menjauhi segala larangan-Nya. Allah SWT berfirman:

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya merekamenyembah-Ku. (TMQ. Adz-Dzaariyaat [51]: 56).


Tulisan ini membahas falsafah ibadah dalam erti khusus,sasaran-sasaran yang mesti dicapai dalam setiap melakukan ibadah,bentuk dan sifat ibadah, dan bekas-bekas hasil ketekunan ibadah.


.::SASARAN-SASARAN IBADAH::.


Setiap kali seorang mus­lim melaksanakan ibadah, dia harus memilikitarget atau sasaran sebagai se­suatu yang hendak dicapai da­lamaktivitinya itu. Ini perlu di­perhatikan agar ibadahnya dila­kukandengan serius dan tidak menjadi sia-sia.


Islam mengajarkan bahawa dalam setiap ibadah ada target atau sasaranyang mesti dicapai. Sebagai con­toh, sasaran seorang muslim yangikhlas dalam melaksanakan sho­lat adalah menjauhkan diri dariperbuatan yang keji dan munkar.

Allah SWT berfirman:

Sesungguhnya solat itu men­cegah dari (perbuatan-perbua­tan) keji danmungkar. (TMQ. Al-Ankabuut [29]: 45).


Dalam menjalankan ke­wajipan ibadah puasa, seorang muslim mestimencapai tar­get untuk memiliki kemampuan membentengi diri dariperbuatan yang diharamkan oleh Allah seperti berdusta, bersaksi palsu,berzina, berjudi, meminum kha­mr (arak/minuman yang memabukkan),mengambil riba, dan lain-lainnya.

Allah SWT berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasasebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamubertakwa. (TMQ. Al-Baqarah [2]: 183).


Ketika seorang muslim yang kaya memberi zakat kepada fakir miskin darihartanya yang sudah sampai kewajipan membayar zakat (ni­shab) setiaptahun (haul), ia mesti mencapai sasaran dan target membersihkanjiwanya dari sifat kedekut (bakhil) dan mensucikan di­rinya agarmendapat keredhoan di sisi Allah.


Allah SWT berfirman:

Ambillah zakat dari sebahagian har­ta mereka, dengan zakat itu ka­mumembersihkan dan mensu­cikan mereka. (TMQ. At-Taubah [9]: 103).


.::BENTUK DAN SIFAT IBADAH::.


Ibadah memiliki bentuk dan sifat tertentu yang khas iaitu:
Pertama, ibadah bersifat tauqifiyah dan diterima apa ada­nya dari Zatyang disembah(Allah swt). Apa yang ditetapkan Allah me­lalui nash-nashal-Qur'an dan as-Sunnah dilaksanakan sebagai­mana pengertiannya tanpadisa­lahi. Seorang muslim (secara bahasa ertinya pasrah) melak­sanakansholat, shaum, mahupun haji dengan cara tertentu. Tidak dibenarkanseorang muslim so­lat dengan meletakkan kedua tangannya di tengkuknya,sebab tidak ada nash yang menyebut hal itu. Juga tidak dibenarkanseorang muslim melaksanakan kewajipan haji di bulan Rama­dhan, sebab haji itu telah dite­tapkan waktunya menurut sun­nah Rasul iaitu dibulan Zul­hijjah.


Rasulullah Saw bersab­da:

"Solatlah kamu sebagaimana aku sholat."

"Ambilah dariku manasik (tatacara ibadat haji) kamu."


Kedua, ibadah itu secara hukum diperintahkan oleh Allah tanpa sebabdisyari'atkannya (tanpa ilat syar'iyyah). Misalnya, disyari'atkannyawudhu bukanlah demi kebersihan. Diwajibkannya solat bukanlah supayakaum muslmin berolahraga.


Ketiga, ibadah hanya di­lakukan untuk Allah semata. Hukum-hukum ibadahmengatur hubungan seorang muslim, seba­gai makhluk, dengankhaliknya(Penciptanya). Maka tidak boleh seorang mus­lim dalamibadahnya menyekutukan Allah SWT dengan seo­rang pun di antaramakhluk-Nya. Ibadah atau menyembah-Nya semata merupakan hak tung­galAllah SWT. Itulah makna lailaha illallah, yakni la ma'buuda illallah.Ertinya, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah.


Allah SWT berfirman:

Janganlah kamu sembah di sam­ping (menyembah) Allah, tuhan apapun yanglain. (TMQ. Al-Qashash [28]: 88).


Barangsiapa mengharap perjum­paan dengan Tuhannya maka hendaklah iamengerjakan amal yang soleh dan janganlah ia mempersekutukanseorangpun dalam beribadat kepada Tuhan­nya. (Qs. al-Kahfi [18]: 110).


Keempat, ibadah yang diterima hanyalah yang diker­jakan dengan niatikhlas lillahi ta'ala. Seorang muslim yang me­laksanakan solat Maghribtanpa niat lillahi ta'ala, solatnya tidak diterima, tidak mendapatpa­hala, dan belum menggugurkan kewajipan solat itu sendiri.

Ra­sulullah Saw bersabda:

"Sesungguhnya amal-amal (mes­ti dikerjakan) dengan niat." [HR. Bukhari].


Maksud dari amal-amal pada ha­dis tersebut adalah khusus amal ibadah,sebab amal selain iba­dah tak perlu disertai niat.


Kelima, ibadah kepada Allah secara langsung, tanpa pe­rantara. Seorangmuslim solat menghadap Allah SWT dan ber­kata-kata dalam bacaanso­latnya langsung kepada Allah SWT. Ketika seorang muslimberlapar-lapar di dalam berpu­asa, laparnya itu langsung dihu­bungkandan diniatkan untuk Allah SWT. Dan dengan kekua­saan Allah SWT setiapmuslim langsung mendapatkan hot line untuk bermunajat dan menga­jukansegala keluh kesahnya kepada Allah SWT di dalam doa-doanya. Allah SWT telah me­nyatakan dalam firman-Nya:


Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka(jawaplah), bahawasanya Aku adalah dekat. Aku menga­bulkan permohonanorang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku. (TMQ. Al-Baqarah [2]:186).
Keenam, ibadah mudah dilaksanakan. Allah SWT tidak memerintahkankepada hamba-Nya sesuatu yang tak mampu dilaksanakan. Bahkan dalamhu­kum-hukum ibadah ada rukhshoh atau keringanan. Seorang mus­lim yangsakit boleh sholat sam­bil duduk. Seorang musafir bo­leh berbuka(tidak shaum) di bu­lan Ramadhan. Orang yang sakit dan buta dibebaskandari ke­wajipan jihad fi sabilillah.


Allah SWT berfirman:

Allah tidak membebani sese­orang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (TMQ. al-Baqarah [2]: 286).


Rasulullah Saw bersabda:

"Sesungguhnya agama (Islam) ini mudah."


.::PENGARUH IBADAH::.


Ibadah yang dilakukan seorang muslim secara ikhlas dan tekun akanmembentuk be­kas dalam dirinya antara lain:


Pertama, memperkuat hu­bungannya dengan Allah SWT. Sebab, seharisemalam dia menghadap kepada-Nya, bermu­najat, meminta pertolongan danbantuan-Nya. Setiap raka'at dia berbicara kepada-Nya:

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kamimohon perto­longan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. (TMQ.al-Faatihah [1] 5-6).


Ia pun berpuasa, membaca al-Qur'an, berzikir, bersedekah, berjihad,dan lain-lain.Semuanya itu membuatnya semakin dekat dengan Allah SWT.


Kedua, ibadah memben­tuk ketenangan jiwa dalam diri seorang muslim.Sebab, setelah beribadah, seorang muslim me­rasakan bahawa dirinyasenantiasa taat kepada Allah, dan Dia akan membalas ibadahnya dengansebaik-baik balasan, maka dia akan merasa tenang dengan masa depannyayang hakiki, yakni akhirat.


Ketiga, ibadah akan mem­perkuat kualiti akhlak seorang muslim, yaknisifat-sifat terpuji yang melekat bersama ibadah­nya. Solat, misalnya,akan membuat seorang muslim lebih tawadhu' (rendah hati), khusyu',jauh dari perbuatan keji dan munkar. Shaum(puasa) akan mem­buatnyalebih sabar, lebih jujur, dan menjaga kesucian ('iffah) dirinya. Solatjama'ah dan haji akan membuatnya lebih tawadhu' dan menonjolkanukhuwah Islamiyah. Zakat akan membu­atnya semakin pemurah dan le­bihmengutamakan orang lain. Sedangkan jihad akan menjadi­kannya semakinberani, sa­bar, dan siap menanggung risiko apapun demi menegakkankalimah Allah swt.


.::KHATIMAH::.

Betapa hebatnya seorang muslim yang ikhlas dan tekun beribadah dengansegala kese­daran akan sasarannya, sifat, dan pengaruh yang timbuldari akti­vitinya.Jelas,dalam sebuah hadis qudsi Rasul saw bersabda,bahawa Allah SWT berfirman:

"Tiada henti-hentinya hamba-Ku mendekatkan dirinya kepada-Ku denganperbuatan-perbuatan sunnah nafilah sehingga Aku mencintainya. KalauAku sudah mencintainya, maka aku akan menjadi pendengarannya yang iamendengarkan dengannya dan Aku akan menjadi penglihatan­nya yang iamelihat dengannya dan Aku akan menjadi tangannya yang ia pergunakan,dan Aku akan menjadi kakinya yang ia berjalan dengannya. Jika iame­minta kepada-Ku nescaya akan Kuberi, jika dia memohon per­lindungankepada-Ku, nescaya Aku lindungi." [HR. Bukhari].

0 comments:

Post a Comment



 

MENGENAL HIZBUT TAHRIR